Memori ’80-90s Bersama Duran-Duran
Ovi Oktaviani
Siapa yang tidak kenal dengan bait-bait lagu Come Undone yang berbunyi,
Mine immaculate dream made breath and skin I’ve been waiting for you
Signed with a home tattoo happy birthday to you was created for ya? Atau, petikan-petikan Hungry Like The Wolf, Rio, Notorious, atau Save The Prayer, lagu-lagu yang mewarnai dunia musik 80an?
Ya, band new wave, pop/rock Duran-Duran pada Selasa (8/4) di Plennary Hall, JCC menghentak fans yang kebanyakan ‘datang’ dari era ‘jadul’ 80-90an. Sekitar 3.000an fans tumplek di ruangan seluas 921 m2 itu. Mereka tampak tak sabar ketika detik-detik jam mulai mendekati pukul 21.00, waktu dimulainya konser band kesayangan mereka.
Simon LeBon (vokalis) dan kawan-kawan mengawali konser dengan tembang The Valley, sembari di sela konser dia menyapa Jakarta. Tanpa jeda, Simon meneruskan dengan Hungry Like The Wolf, sebuah tembang yang cukup memiliki andil dalam mengantar Duran-Duran menuju puncak kesuksesan.
Pada lagu selanjutnya, band kesayangan Putri Diana ini membawakan Planet Earth yang memiliki intro cukup panjang dari dentuman drum Roger Taylor. Saat lagu berjalan, Simon sempat mengajak penonton untuk bertepuk tangan, yang langsung disambut dengan antusias oleh penonton.
Tembang-tembang selanjutnya adalah tembang-tembang baru Duran-Duran dalam album Red Carpet Massacre, seperti Falling Down dan Nite Runner. Album ini dirilis akhir tahun lalu dan tur ini sendiri adalah bagian dari perkenalan album baru mereka.
Saat jumpa pers Selasa siang, pembetot bas John Taylor mengatakan dalam album yang dirilis pada 2007 itu Duran Duran bekerjasama dengan musisi Amerika Serikat Timbaland dan Justin Timberlake. Pada album tersebut Timberlake turut menyumbangkan suara dalam dua lagu yakni Falling Down dan Nite Runner."Salah satu hal terbaik bagi kami memiliki album baru adalah ketika kita melakukan tur dan menyanyikan lagu-lagu baru pada konser di depan penggemar kami. Sangat menyenangkan dan alasan ini juga yang mendorong kami membuat album baru lagi," timpal Simon.
Come Undone
Kembali ke konser. Penonton terlihat riuh ketika intro lagu Come Undone dimainkan oleh permainan kibor synthenizer Nick Rhodes. Pikiran penonton tampak melambung ke era 90-an ketika lagu ini merajai radio-radio dan stasiun TV Tanah Air.
Come Undone menjadi lagu ke-8 konser yang bertajuk An Evening with Duran-Duran itu. Union of The Snake, The Reflex, A View To Kill (OST film 007 A View To Kill) berturut-turut dilantunkan oleh Simon yang kemampuan vokalnya tampak tak berubah itu.
Pada lagu ke-12, Simon dan teman-teman mendendangkan lagu fenomenal mereka yang lain seperti Notorius dan Save The Prayer. Lagu-lagu lawas ini kemudian ditimpali dengan lagu baru seperti Skin Divers, Tempted dan Girls on Film.
Sound Kurang
Kendati penggemar Duran-Duran tampak dipuaskan oleh konser band favorit mereka, beberapa dari mereka mengeluhkan sound yang kurang oke. Gitar John Taylor dan additional player tampak tak mampu mengimbangi primanya vokal Simon.
“Sound-nya kurang oke. Secara musik mereka tampak kurang, apalagi di lagu Ordinary World. Lagu ini kedengaran seperti dari mesin saja,” tukas Jaka (31 tahun) yang mengaku penggemar berat Duran-Duran. Pria yang juga mengaku update dengan produk Duran-Duran ini mengatakan, kekuatan Simon tidak dibarengi dengan kemampuan gitar dan alat musik lain. “Tapi Nick Rhodes tetap main bagus sih,” ujarnya.
Kurangnya kualitas gitar ini memang tampak terlihat ketika gitaris additional player terus melakukan adjustment pada senar-senar gitarnya. Ini tanda gitar tidak berfungsi dengan baik, yang akhirnya menghasilkan performa konser yang tidak maksimal pula.
Bagaimanapun, penggemar Duran-Duran di Indonesia Selasa malam itu terpuaskan setelah empat tahun berselang tidak melihat band kesukaan mereka (Duran-Duran terakhir datang ke Indonesia pada 2004). Pada konser kali ini, Duran-Duran hadir dengan empat personil, yakni Simon LeBon (vokal), Nick Rhodes (kibor), John Taylor (bass) dan Roger Taylor (drum).
Meski sempat gonta-ganti personil, hal itu tidak mempengaruhi keutuhan Duran-Duran. Buktinya selama tiga dekade malang melintang di industri musik dunia, Duran-Duran telah berhasil menempatkan 21 lagu mereka di tangga lagu Billboard Hot 100 dan 30 lagu di deretan Top 40 Inggris. Penjualan album mereka itu pun mencapai angka 85 juta keping. Selain itu, Duran-Duran juga telah menerima beragam penghargaan, seperti Lifetime Achievement Award versi MTV Video Music Award pada Agustus 2003. Setelah Jakarta sebagai negara pertama di Asia yang dikunjungi Duran-Duran, band ini akan melanjutkan tur dunia ke Manila, Hongkong, Tokyo, Korea, dan Amerika Serikat. Konser ini sendiri telah mematok harga 750 ribu untuk kelas festival, 1, 5 juta untuk VIP dan 2 juta untuk VVIP.
Selasa, 15 April 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar