Opera & Musical Night, Dadakan Tapi Indah
Ovi Oktaviani
Kendati merupakan proyek dadakan, Opera and Musical Night di Kedutaan Italia yang dipandu oleh Avip Prijatna belum lama ini terbilang sukses. Sukses karena konser yang menampilkan tenor Farman Purnama, sopran Sylvia Wiryadi dan Fitri Muliati, alto Yosefin Emilia dan bass Rainer Revireino itu tampak kompak dan penuh semangat.
Acara dibuka dengan suara sopran dari Yosefin. Perempuan yang akrab dipanggil Lia itu menyanyikan komposisi lagu dari WA Mozart berjudul Voi che sapete, yang kemudian dilanjutkan dengan Ah, Perdono. Dalam lagu ini, Lia berduet dengan Sylvia.
In Diesen Heigen Hallen, masih garapan Mozart, ditampilkan dengan lantang oleh suara bass Rainer Revireino. Pada menit ke-15, Sylvia melanjutkan opera ini dengan lagu berjudul Ach Ich Fuhls.
Lagu ke-5 diisi dengan Quando men vo dari Giacomo Puccini, yang kemudian dilanjutkan oleh permainan flute dari Gerhard Mair. Gerhard memainkan komposisi Francois Borne berjudul Carmen Fantasy. Lirik-lirik opera dari Giuseppe Verdi dinyanyikan dengan gemilang oleh Sylvia dengan judul Caro Nome. Pada menit terakhir di program pertama, kuartet yang terdiri dari Sylvia, Yosefin, Farman dan Rainer menyanyikan Quartet Rigoletto dari Giuseppe. Lagu ini dibawakan secara bersahut-sahutan oleh keempat penyanyi.
Berbahasa Inggris
Jika pada sesi pertama, opera diisi dengan lagu-lagu berbahasa Italia, pada sesi kedua, lagu dinyanyikan dalam bahasa Inggris. Semuanya berkisah tentang cinta dan keindahan.
Only Love yang dibawakan dengan merdu oleh Fitri Muliati berkisah tentang seorang wanita yang berusaha meyakinkan suaminya, bahwa dia masih mencintai suaminya.
About His Love yang dibawakan secara duet oleh Fitri dan Sylvia masih bercerita tentang cinta seorang wanita terhadap pria pujaannya. Lagu ini diaransemen oleh Will Rapp dan Jay Bocook dengan susunan melodi yang indah dan mendayu.
Pada lagu ketiga di sesi yang kedua ini, Farman menyanyikan Why God Why? Claude-Michel Schonberg, pencipta lagu, terinspirasi oleh kisah cinta seorang prajurit AS yang ikut berperang di Vietnam. Di negara itu, sang prajurit jatuh cinta dengan seorang perempuan lokal dan tak sanggup berpisah dari kekasihnya itu.
Petikan “Why does Saigon never sleep at night? Why does this girl smell of orange trees? How can I feel good when nothing's right? Why is she cool when there is no breeze? Vietnam” dinyanyikan dengan tenor kuat dari Farman yang pernah belajar langsung pada almarhum Pranadjaja.
Farman melanjutkan konser mini ini bersama dengan Sylvia dengan lagu Last Night of The World. Tema lagu ini tidak jauh berbeda dengan lagu sebelumnya, yang berkisah tentang kisah cinta yang ditinggal di negara lain.
Sementara komposisi dari George Gershwin seperti Somebody Lovers Me, By Strauss dan Bess, You is My Woman dibawakan secara berturut-turut oleh Sylvia. Perempuan yang lahir di tahun 1982 itu pada umur 17 tahun mengecap pendidikan di Central Conservatory of Music di Beijing, Tiongkok, dan Tubingen Music Academy Jerman.
Tiupan flute Gerhard menyusul kemudian di menit-menit menjelang penutupan konser ini. Pria yang lahir di Wels, Austria itu memainkan musik berjudul Glitter and Be Gay dari Leonard Bernstein, komposer yang lahir pada tahun 1918.
Sylvia, Fitri, Yosefin, Rainer dan Farman kemudian muncul berbarengan membawakan lagu Leonard berjudul Make Our Garden Grow. Di lagu, karakter suara dari masing-masing penyanyi tetap terjaga. Yosefin, misalnya, dengan suara altonya, tetap mampu mengimbangi kemampuan sopran dari Sylvia dan Fitri. Sementara bass Rainer mampu melengkapi tenor Farman.
Dadakan
Avip, konduktor sekaligus pianis yang mengiringi konser ini, mengaku acara ini adalah acara dadakan dan tidak dibarengi dengan persiapan yang matang.
Avip beralasan, dirinya tengah sibuk mempersiapkan acara-acara lain bersama dengan sekolahnya.
“Jadi, dua minggu lalu Gerhard (flute) sedang di Jakarta. Dia punya ide untuk membuat acara dengan konsep opera. Kebetulan Sylvia (salah satu penyanyi) juga sedang di Jakarta. Nah, Gerhard ngajak saya, “Gimana kalau kita bikin opera?”,” kata dia saat ditemui Investor Daily di sela acara.
Avip menambahkan, dirinya langsung oke begitu mendapat ajakan dari Gerhard, kendati disibukkan oleh berbagai acara lain.
Avip tengah bersiap membuat pagelaran yang melibatkan Jakarta Chamber Orchestra (JCO) dan Paduan Suara Mahasiswa Parahyangan Bandung (PSM Unpar), institusi-institusi musik bentukan Avip.
“Kita tengah sibuk membuat acara yang nantinya melibatkan JCO dan Unpar akhir April dan awal Mei mendatang,” tutur dia. selain itu, Avip bersama rekan-rekannya juga tengah mempersiapkan konser di Slovakia dalam rangka kompetisi musik klasik di negara tersebut.
Tahun ini, pria yang kerap membawa nama Indonesia ke dunia internasional itu, juga tengah sibuk memperkuat sekolah musik anak-anak The Resonanz Children Choir.
“Jadi, doakan saja semuanya lancar,” kata dia menutup pembicaraan.
Jumat, 18 April 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar