Jumat, 18 April 2008

Sineas ttg Fitna

Garin Nugroho: Masyarakat Harus Dewasa Sikapi Fitna

Sineas Garin Nugroho mengatakan, masyarakat harus dewasa dan kritis menyikapi film Fitna. Dia menilai, film ini adalah teknik propaganda di era milenium ketiga."Sekarang ini banyak sekali film-film semacam Fitna. Maka masyarakat harus berhati-hati, lebih kritis dan dewasa menyikapi film itu," jelas Garin di Jakarta, Selasa. Untuk pertama kalinya film Fitna beredar di laman (situs) internet Youtube pada 27 Maret lalu. Film ini langsung memicu reaksi beragam di masyarakat Muslim di Indonesia dan masyarakat dunia. Sutradara film Opera Jawa dan Daun di Atas Bantal ini menilai wajar bila umat Islam bereaksi keras terhadap film Fitna. Namun ia tidak menganjurkan sikap reaktif dan anarkis dalam menyikapi film buatan anggota parlemen Belanda, Geert Wilders yang isinya menistakan Kitab Suci Al-Quran itu. "Sekarang saatnya kita menyadari bahwa itu (Fitna) merupakan strategi komunikasi dari pihak-pihak tertentu untuk melancarkan propaganda," imbuh dia. Menurut Garin, umat Islam sebaiknya mencontoh Nabi Muhammad yang sangat pandai bercerita dan selalu mengajarkan hal-hal yang baik saja. Karena itu, lanjutnya, umat Islam sebaiknya menyampaikan hal-hal yang baik dan nilai-nilai yang baik saja. "Tidak usah bersikap berlebihan. Itu kan bukan film, tapi alat propaganda," kata dia seperti dikutip Antara. Sementara itu gelombang aksi demonstrasi di depan Kedutaan Besar Belanda di Jakarta memprotes film Fitna terus mengalir. Setelah Front Pembela Islam (FPI) mendemo pada Senin (31/3), giliran anggota Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) pada Selasa (1/4) melakukan demonstrasi di depan kedutaan yang berada di Jalan HR Rasuna Said, Kuningan itu. Puluhan anggota HTI berunjuk rasa sambil berorasi dan membawa spanduk yang mengecam Geert Wilders. Aksi yang dijaga oleh puluhan anggota kepolisian itu sempat memacetkan jalur lambat Jalan Rasuna Said karena separuh jalur tersebut digunakan oleh para pengunjuk rasa. (ovi)

Tidak ada komentar: